Mitos-Mitos Populer di Jogja

0
949

Dikenal sebagai kota yang masih kental akan budaya jawanya, tentu saja ga mengherankan kalau Jogja juga memiliki misteri dan mitos yang percaya ga percaya masih dipercaya oleh masyarakat Jogja. Meski begitu, ada juga yang menganggap cerita-cerita tersebut sebatas mitos belaka. Kalau kamu gimana?

Tidak boleh mengenakan pakaian berwarna hijau saat ke Parangtritis

Sampai sekarang mitos ini masih dipercaya oleh orang Jogja, bahkan tidak jarang ada yang memperingatkan para wisatawan yang hendak mengunjungi Parangtritis untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau agar tidak terseret ombak ganas Pantai Selatan.

Kawasan Parangtritis sendiri terkenal dengan Nyi Roro Kidul sebagai penguasa Pantai Selatan. Konon, jika ada yang memakai baju berwarna hijau, ia akan diseret ombak besar dan akan dijadikan budak Sang Ratu. Seram juga ya.

Hubungan pasangan yang datang ke Candi Prambanan bisa kandas seperti kisahnya Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang

Tentu kamu pernah mempelajari legenda Candi Prambanan bukan. Konon, Bandung Bondowoso ingin meminang Roro Jonggrang. Namun Roro Jonggrang tidak menyukainya, sehingga ia memilih untuk mengajukan syarat, yaitu dengan membangun seribu candi. Untuk menggagalkan usaha Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang pun berbuat curang. Bandung Bondowoso yang murka mengetahui hal tersebut akhirnya mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu.

Dari cerita itulah, muncul mitos siapa saja yang mengunjungi Candi Prambanan bersama pasangannya, maka hubungannya akan kandas.

Sultan tidak boleh melewati Plengkung Gading

Pada zaman dahulu, plengkung merupakan gerbang utama keluar masuk Keraton. Salah satunya adalah Plengkung Gading yang terletak di selatan Keraton. Gerbang ini merupakan satu-satunya gerbang keluar untuk raja yang mangkat atau wafat. Karena itu, konon Sultan yang masih hidup tidak diperkenankan melewati Plengkung Gading.

Orang yang bisa melewati beringin kembar Alkid dengan mata tertutup, konon cita-citanya akan tercapai

Ritual melewati beringin kembar dengan mata tertutup ini dikenal juga dengan ritual masangin. Selain apa yang dicita-citakannya akan terwujud, orang yang bisa lolos ritual masangin ini juga dianggap memiliki hati dan pikiran yang bersih.

Siapa yang minum air Selokan Mataram, konon suatu hari bisa kembali dan akan terus kembali ke Jogja

Bagi yang sudah pernah tinggal di Jogja, tentu saja tidak asing dengan Selokan Mataram. Saluran irigasi ini membujur sepanjang 31,2 km dan melewati banyak hunian mahasiswa dari daerah pogung hingga Babarsari. Ternyata saluran irigasi inipun memiliki mitos lho. konon, siapa yang meminum air selokan mataram, suatu hari ia akan kembali ke Jogja. Bisa jadi menikah dengan orang jogja atau mendapat pekerjaan di Jogja.

Tidak boleh berfoto di depan gerbang UGM yang bertuliskan Universitas Gadjah Mada

Menurut mitos yang beredar, siapa saja mahasiswa UGM yang belum lulus, tapi nekat foto-foto di depan tulisan UGM tersebut, konon lulusnya akan lama. Bahkan ada yang bilang mereka akan menjadi mahasiswa abadi! Nah lho…

Orang Gunungkidul kalau ngulek harus menghadap ke selatan

Satu lagi aturan unik yang dikenal di kalangan masyarakat Jogja, khususnya Gunungkidul yaitu ketika mengulek bumbu atau sambel, mereka harus melakukannya dengan menghadap ke selatan. Konon hal ini dilakukan untuk menghormati Nyi Roro Kidul, dan hingga kini masih banyak orang yang melakukannya.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY