Gunungkidul Fokus Pengembangan 4 Desa Wisata Baru

305

Tahun Ini, Dinas Parwisata Gunungkidul menargetkan pengembangan empat desa wisata baru. Hingga kini, ada 18 desa wisata yang ada di Gunungkidul yang menarik minat wisatawan.

Eli Martono selaku Kepala Bidang Industri dan Kelembagaan, Dinpar Kabupaten Gunungkidul, menyebutkan ada 18 desa wisata di Gunungkidul yang setiap tahunnya akan ditargetkan dengan pengembangan empat desa wisata baru.

Empat desa wisata yang menjadi target adalah Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar dengan wisata Embung Srinten; Desa Pampang, Kecamatan Paliyan dengan potensi kerajinan perak; Desa Patuk, Kecamatan Patuk yang memiliki gardu pandang Mangol Kencana; dan Desa Wisata Mertelu, Kecamatan Gedangsari yang rencananya akan memiliki flying fox terpanjang se-ASEAN.

Sejumlah desa wisata di Gunungkidul sendiri mengusung konsep ekowisata dan wisata alam. Kedepannya diharapkan untuk mengembangkan potensi kerajinan yang ada, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Akan tetapi, selama ini, sejumlah desa wisata yang mengembangkan kerajinan malah tidak terurus. Pasalnya pesanan kerajinan semakin meningkat sehingga keteteran dan desa wisata tidak terurus.

Hal tersebut mendorong pihaknya agar terus melakukan pendampingan sehingga kedepannya dapat menjadi atraksi yang menarik minat pengunjung.

Selain itu, Dinpar Gunungkidul bekerjasama dengan sejumlah akademi pariwisata untuk mencari potensi wisata di desa-desa.

Sayangnya, usaha tersebut masih terkendala kurangnya sumber daya manusia. Sehingga sulit untuk melakukan pendataan atau meminta laporan kunjungan wisatawan yang nantinya digunakan untuk mengukur potensi wisata dan dapat digunakan sebagai data pengembangan wisata.

Tulis Komentar

loading...